Siapa sangka ia sekarang menjadi kepala keluarga The K-Ruts, keluarga besar beranggotakan 9 kucing dengan karakter masing-masing. Sobekan dan lubang di telinga kanan kirinya membuktikan bahwa ia mau berjuang mempertahankan dominasinya. Penurut, seolah ia tahu bahwa apa yg dilakukan kepadanya hanya semata untuk kebaikan dan kesehatannya. He is the reason why I started being a cat lover. K-Rut von Putih, my first love. My precious.
Feb 3, 2016
K-Rut von Putih : The cat that changed my mind.
Siapa sangka ia sekarang menjadi kepala keluarga The K-Ruts, keluarga besar beranggotakan 9 kucing dengan karakter masing-masing. Sobekan dan lubang di telinga kanan kirinya membuktikan bahwa ia mau berjuang mempertahankan dominasinya. Penurut, seolah ia tahu bahwa apa yg dilakukan kepadanya hanya semata untuk kebaikan dan kesehatannya. He is the reason why I started being a cat lover. K-Rut von Putih, my first love. My precious.
Nov 8, 2015
Ayo #DolanMuseum !
Apr 24, 2015
Apr 23, 2015
K-Rut Bercerita: Feline Immunodeficiency Virus (FIV)
Tentang FIV
Gejala FIV
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Demam
- Anemia
- Berat badan yang terus menurun
- Bulu kusam dan rontok
- Berkurangnya selera makan
- Diare
- Pembengkakan mata
- Pembengkakan gusi dan mulut
- Luka tak kunjung sembuh
- Bersin-bersin
- Ingus dan air mata berlebih
- Terlalu sering buang air kecil atau susah buang air kecil
- Perubahan perilaku
Penularan FIV
Perawatan Kucing dengan FIV
- Jaga agar kucing tetap tinggal di dalam rumah, atau ruangan tertentu. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir faktor lain yang dapat menyebabkan masalah kesehatan juga untuk mencegah penularan.
- Perhatikan perubahan sekecil apapun pada kucing kesayangan. Segera konsultasi ke dokter hewan, bukan curhat di sosial media.
- Periksakan kucing secara teratur setiap 6 bulan untuk pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan, termasuk pemeriksaan darah dan urine.
- Berikan makanan dengan nutrisi seimbang. Raw food atau makanan mentah tidak dianjurkan karena bakteri dan parasit yang mungkin terkandung dalam makanan mentah dapat menimbulkan masalah kesehatan.
- Pastikan kucing kesayangan anda DISTERIL.
Apr 21, 2015
7+7+7+7+7=ENGLAND (FOR FREE) !!
May 17, 2014
Her Royal Highness Avika von Putih
---
Sepulang dari bepergian, kutemukan 3 ekor anak kucing berbulu putih dengan corak kecoklatan di pojok rumah.. setelah menunggu beberapa saat, ternyata induk anak-anak itu masih membawa seekor lagi. Total, ada 4 anak kucing yang dibawa Ibu Putih, kucing tetangga yang sering numpang tidur dan tentu saja makan di rumah kontrakan kami. Kami? Ya, aku dan ARdi memang berbagi rumah kontrakan dengan berbagai pertimbangan dan alasan.
Setelah mendapat persetujuan dari penghuni lain (ya cuma si Ardi sih sebenarnya), resmilah Ibu Putih dan keempat anaknya tinggal bersama kami. Beberapa hari kemudian keempat anak ini resmi bernama Sleepy, Rattle, Bundel, dan K-Rut.
Jan 17, 2014
CatsLendar 2014 : Let's Judge the Models from Their Facebook Account
![]() |
| Rocky Nosteo Balboa, Jagoan Berkaki Tiga |
Namun yang pasti, kalau sampai masuk ke CatsLendar 2014, kucing-kucing cakep ini pasti menginspirasi CatPeople
Nah, kembali ke alasan kenapa saya belum order kalender ini. Terus terang, dengan nominal uang yang sama, saya bisa berbagi dengan kucing-kucing yang membutuhkan bantuan di Semarang. Bantuin yang di daerah setempat dulu deh :) Lagipula, nanti kan dapet kalendernya dari Kincess, sekaligus nyumbang ke Let's Adopt Indonesia dan Peduli Kucing :)) *kiss Kincess* *hore, pede bisa masuk nominasi*
Salam Paws dari #TheKRuts
K-Rut, Avika, Coki, Candy, Cili, Tania, Ciru, Rocky, Cimoth, Bona, Bino, Benito, Brando
Mar 24, 2013
A View from the Seventh Floor: A click away from Izhevsk
Mar 18, 2013
A View from the Seventh Floor
Jun 6, 2012
At a glance
Dalam beberapa detik saja, air mineral dalam botol ia tenggak habis. Untuk kesekian kalinya, pria berkacamata itu melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kanannya. 18.59.
Sambil menatap orang yang lalu lalang di depannya, tangan kirinya meraih ponsel yang sedari tadi tergeletak manis diantara botol-botol kosong diatas meja. Jam digital berhias awan di layar ponselnya menunjukkan waktu yang tak jauh berbeda. 19.05
Hari ini, setelah sekian lama tak berkunjung. Ia kembali kedai kopi di ujung jalan yang tak terlalu ramai dikunjungi orang ini. Tak heran, harga secangkir kopi disini hampir setara dengan jatah makan hariannya. Baginya, secangkir kopi berteman dengan beberapa botol air mineral bukanlah hal yang aneh. Terlebih, jantungnya juga sudah tak kuat menahan gempuran kafein.
Gelisah, karena yang ditunggunya tak juga muncul. Gelisah, karena gempuran kafein mulai menunjukkan pengaruhnya. 19.13
Pintu terbuka. Tergagap ia segera berpaling dari koran yang sedari tadi dibaca, entah sudah berapa kali. Yang ditunggunya muncul. Sepasang kekasih berdandan rapih, memasuki kedai kopi, saling bergandengan tangan, senyum tak lepas dari wajah mereka.
Diburu waktu, tangan gemetarnya merogoh kantong celana. Gemetar karena kafein dan tak lagi cekatan karena usia. Secarik kertas kumal yang terlipat rapih ditariknya. Sambil bergegas meninggalkan kedai, diberikannya kertas itu kepada sang pria yang belum juga melepaskan tangan dari kekasihnya. Teriakan heran mereka tak lagi jelas didengarnya karena keriuhan lalu lintas dan pendengaran yang mulai berkurang.
19.15. Diantara kilat lampu ambulans, sepasang kekasih duduk di seberang kedai kopi. Masih bergandengan tangan namun gemetar, dan tak lagi rapih. Berpuluh-puluh orang lalu lalang dan riuh pertanyaan polisi tak mereka hiraukan. Perih di beberapa bagian tubuh juga tak menarik perhatian mereka. Seorang pengemudi mabuk meluluhlantakkan kedai kopi yang seharusnya menjadi tempat mereka berbincang. Secarik kertas ada di tangan gemetar si wanita, lusuh dan basah oleh keringat : "Tinggalkan kedai ini, sekarang juga"
---
Sekarang ia berdiri di belakang sepasang kekasih yang duduk bergandengan tangan, gemetar dan tak lagi rapih. Sinar biru yang berpendar dari tubuhnya tersamar oleh kilatan cahaya lampu mobil polisi. Tugasnya selesai. Ia tersenyum, bersiap kembali ke masanya.
Berpuluh tahun lalu, sebuah sedan berkecepatan tinggi menghantam sebuah kedai kopi di ujung jalan. Hanya ia yang selamat.
Feb 9, 2012
The Sound of Solitude that stays in My Playlist
Myslovitz - Sound of Solitude
Ain't gonna change, it's not my world
Before me there's a road I know
Feb 2, 2012
Please be seated
Bukan, saya bukan pengemudi atau kondektur bus antar kota, saya hanyalah salah satu penumpang yang setia menggunakan jasa mereka.
Selama menjadi penumpang setia bus jurusan Semarang-Solo ini (walaupun saya berhenti di Salatiga, tepat di tengah rute bus) ada beberapa kejadian yang benar2 membuat saya bersyukur atas apa yang saya miliki sekarang.
Let me share one of the stories...
***
Dari sekian banyak perusahaan bus yang melayani trayek Semarang-Solo PP, pilihan saya hampir pasti jatuh pada bus patas (apapun PO-nya). Alasannya sederhana, bus patas memiliki seat 2-2 dan AC yang mendukung saya untuk tidur selama perjalanan dan ya, tanpa asap rokok :D
Memang ongkos yang dikeluarkan lebih mahal daripada ongkos bus non-AC, namun saya rasa itu sepadan dengan kenyamanan yang didapat.
Beberapa kali saya temui, orang tua dan anak-anaknya yang juga menggunakan bus jenis ini (terutama musim liburan). Entah dengan pertimbangan biaya atau kepraktisan (bukan karena terbatasnya kapasitas tempat duduk bus), sering kali mereka memutuskan untuk memangku anak-anak mereka. Well, kalau anak usia balita sih masih bisa diterima dengan akal sehat. Tapi kalau memangku anak usia 7-8 tahun? Semarang-Solo? Can u imagine?
Dan karena merasa iba, penumpang yang duduk di sebelah orang tua (yang memangku) anaknya tadi pasti akan menyisihkan sedikit ruang bagi mereka (dengan ikhlas atau dengan terpaksa, hanya mereka dan Tuhan yang tahu)
Dari sudut pandang saya, apa bedanya dengan naik bus bumel kalau sama-sama duduk gak nyaman...
Mungkin saya memang agak egois, namun saya coba melihat dengan cara saya sendiri. Apakah bijak, hanya dengan dalih biaya atau kepraktisan kita mengorbankan kenyamanan orang lain? Tidak bertimbang rasa pada penumpang yang bersedia mengeluarkan sejumlah biaya ekstra demi kenyamanan yang seharusnya mereka dapat? Bukankah masih ada piliha moda transportasi dengan biaya yang lebih murah?
***
Saya tidak dilahirkan di keluarga yang kaya secara materi, naik moda transportasi jenis apapun pernah saya coba. Namun sejauh yang saya ingat, orang tua saya selalu memberi contoh praktis yang dapat saya aplikasikan di kehidupan saya, salah satunya : saya selalu mendapat tempat duduk saya sendiri dengan membayar tiket sesuai ketentuan, bahkan sejak saya masih duduk di bangku TK. Saya masih ingat argumentasi Mama dengan kondektur ketika bus daam kondisi penuh dan kondektur meminta Mama untuk memangku saya.
Well, saran saya, pilih moda transportasi sesuai kemampuan dan rencanakan perjalanan dengan baik. Dengan demikian, secara tidak langsung kita akan merespek orang lain, mengurangi resiko membuat mereka tidak nyaman
Jul 13, 2011
(Bukan Tentang Keripik) Kentang
Cerita ini saya dapat dari salah satu pembicara pada pertemuan yang rutin saya hadiri tiap Rabu petang.
..and now, tanpa banyak basa basi..the story. Shall we?
Berawal dari seorang guru yang meminta murid-muridnya untuk membawa sebuah kantong plastik kosong dengan ukuran yang cukup besar. Kantong plastik harus dibawa pada hari berikutnya karena aktivitas selanjutnya akan sangat bergantung pada keberadaan kantong itu. Karena tugas itu cukup ringan, bisa dipastikan bahwa murid-murid tersebut memenuhi permintaan gurunya dengan antusias.
Keesokan harinya, sang guru sudah menanti murid-murid tercintanya dengan muka berseri dan senyuman lebar. Murid-murid pun tak kalah semangat, menanti tugas lanjutan yang akan diberikan sang guru.. #drumrolls
Nah, ternyata sang Guru memberikan tugas yang terlihat mudah (pada awalnya). Untuk satu minggu ke depan, kantong plastik ini harus dibawa kemana pun oleh si murid. Entah nonton TV, mandi, bermain, atau bahkan tidur. selanjutnya, ia harus menaruh sebuah kentang dalam kantong apabila ia tidak dapat memaafkan orang lain..satu kentang untuk satu kesalahan tak termaafkan..
****
Seminggu berlalu...
Sebagian besar murid, membawa kantong yang berisi kentang-kentang busuk..ya, kentang busuk yang berpenampilan dan berbau tidak sedap inilah yang harus mereka tenteng kesana kemari selama beberapa hari terakhir. Bahkan ada beberapa dari antara mereka yang membawa kantong yang penuh berisi kentang.
Sang guru bertanya, "Apa yang terjadi?"
Laporan para murid menyiratkan hal yang sama. Hari pertama dan kedua, tugas ini masih gampang untuk dilakukan, karena bagi beberapa dari antara murid-murid masih memiliki kantong kosong dan bagi yang kantongnya sudah berisi kentang, kantong itu belum menjadi beban karena kentangnya masih sedikit dan belum busuk. Hari-hari selanjutnya, seiring mereka menambah kentang (untuk setiap kesalahan orang lain yang tak termaafkan), kentang yang lebih lama pun akan membusuk. Jadi selain beratnya bertambah, aromanya pun menjadi tak sedap...demikian hal ini berlanjut sampai hari ketujuh.
****
Memang, memaafkan atau mengampuni kesalahan orang lain bukan perkara mudah untuk dilakukan. Butuh perjuangan ekstra keras. Namun, dibanding dengan beban yang harus kita tanggung ketika kita tidak melakukannya seolah membawa kantong berisi kentang kemana pun kita pergi, belum lagi ditambah dengan aroma kentang busuk, (bagi saya) memaafkan akan penjadi opsi terbaik :)
Jul 2, 2011
(another) First Post
Silakan dinikmati, jika anda-anda sekalian memang berminat...namun belum terlambat untuk menutup browser aja jikalau anda merasa bahwa cerita saya ini gak penting :)
"Hal yang penting bagi kita, belum tentu penting bagi orang lain. Dan sebaliknya" - Asal Quote
Enjoy :)



.jpg)

